Pengertian, Penyebab dan Pencegahan Pneumotoraks

C:\Users\REE\Documents\My Bluetooth\pneumothorax-doktersehat-631x420.jpg

www.doktersehat.com

Salah satu organ vital manusia adalah paru-paru. Semua orang memahami hal tersebut tetapi masih banyak yang tidak tahu bagaimana cara agar menjaga paru-paru tetap sehat. Contohnya masih banyaknya perokok di sekitar kita yang tidak hanya berdampak buruk untuk dirinya sendiri.Tetapi dampak rokok juga berbahaya untuk perokok pasif. Berbicara mengenai kondisi paru-paru, ada satu penyakit yang disebut pneumotoraks. Kondisi ini terjadi ketika adanya udara yang mengalir di antara paru-paru dan dinding dada. Sederhananya, pengertian pneumotoraks ini adalah antara paru-paru dan dinding dada dialiri udara.

Kondisi seperti ini memang umum terjadi pada mereka yang berusia antara dua puluh hingga tiga puluhan.Khususnya mereka yang memiliki tubuh kurus dan tinggi.Kemungkinan untuk terkena pneumotoraks ini bisa dikurangi jika anda menghindari faktor risikonya.Sangat dianjurkan jika anda memilih untuk berkonsultasi dengan dokter.

Gejala Pneumotoraks

Gejala yang paling umum terjadi dari pneumotoraks ini adalah kesulitan bernapas dan nyeri di bagian dada.Terutama ketika menarik dan menghembuskan napas. Ada juga gejala lain seperti napas pendek, pingsan, pucat, mudah lelah dan jantung akan berdetak sangat kencang.

Ketika anda merasakan gejala tersebut, segera hubungi dokter karena pneumotoraks memang mengancam jiwa.Setiap orang bisa menunjukkan gejala yang berbeda. Maka dari itu jangan ragu untuk menemui dokter dan berkonsultasi atas apa yang anda alami.

Selain pengertian pneumotoraks ini, para ahli kesehatan juga menemukan penyebab dari kondisi tersebut.yakni adanya gelembung udara pecah dan udara stagnan diam yang ada di paru-paru. Ada dua pneumotoraks yakni pneumotoraksidiopatik dan pneumotoraks sekunder.

Untuk tipe yang pertama, pneumotoraksidiopatik terjadi secara tiba-tiba pada orang yang sehat tanpa adanya riwayat pernah mengidap penyakit tersebut.sementara untuk tipe kedua adalah kondisi yang berasal dari suatu komplikasi yang terjadi pada paru-paru. Pneumotoraks sekunder juga bisa terjadi ketika anda mengalami penyakit paru-paru tertentu seperti batuk rejan, asma, paru obstruktif kronis dan tuberculosis.

Penyebab Pneumotoraks

1. Cidera Dada

Adanya cidera tumpul atau tembus ke dada bisa menyebabkan kolaps paru.Biasanya cidera terjadi karena tabrakan mobil.namun ada juga kasus lain yang mungkin secara tidak sengaja terjadi ketika dilakukan prosedur medis menggunakan jarum ke dalam dada pasien.

2. Adanya Penyakit Paru-paru

Penyebab ke dua dari pneeumotoraks ini juga bisa dikarenakan penyakit paru-paru.Jaringan paru-paru yang mengalami kerusakan memang lebih cenderung kolaps.Kerusakan paru-paru ini bisa disebabkan oleh beberapa jenis penyakit termasuk PPOK atau penyakit paru obstruktif kronik.

3. Ventilasi Mekanis

Jenis dari pneumotoraks yang parah bisa terjadi pada mereka yang membutuhkan penanganan mekanis untuk bernapas.Ventilator sendiri bisa digunakan untuk menciptakan ketidakseimbangan tekanan udara yang ada di dalam dada.Yang harus diwaspadai adalah paru-paru bisa mengalami kolaps sepenuhnya.

Pria memang diketahui jauh lebih mungkin mengalami pneumotoraks jika dibandingkan wanita. Tetapi jenis dari penyakit pneumotoraks yang bisa disebabkan oleh lepuh karena udara yang pecah biasanya kemungkinan besar terjadi pada mereka yang usianya 20 hingga 40 tahun. Faktor risiko dari penyakit ini adalah mereka yang perokok, memiliki penyakit paru-paru, genetika dan pernah mengalami pneumotoraks lainnya.

Setelah memahami apa itu pengertian pneumotoraks dan hal-hal yang menyangkutnya, seperti yang seringkali didengar bahwa mencegah jauh lebih baik dari mengobati, anda bisa mencegah adanya pneumotoraks ini. Berhentilah merokok, hindari perjalanan udara satu minggu setelah resolusi lengkap telah dikonfirmasi menggunakan rontgen dada. Apabila anda merasakan beberapa gejala muncul, segera konsultasi dengan dokter untuk memastikan kondisi kesehatan paru-paru.

Sumber :

www.doktersehat.com

www.hellosehat.com

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>